Langsung ke konten utama

Rutinitas tanpa Kompas

Aku belum pernah seberantakan ini dalam hidup. Padahal aku dikenal cukup rapi, seseorang yang bersahabat dengan jadwal dan merasa aman jika segalanya berjalan sesuai urutan. Namun pagi ini terasa lain. Sebenarnya tidak sepenuhnya berbeda dari pagi-pagi sebelumnya—hanya saja, kali ini kekacauannya terasa lebih lantang.

Aku bangun dengan tubuh yang nyeri, kepala berat, dan perasaan yang tak enak badan. Anak-anakku sedang flu; mungkin aku hanya giliran berikutnya. Tapi hidup tidak menunggu siapa pun benar-benar sehat. Hari tetap berjalan. Anak-anak tetap harus makan, mengenakan baju bersih, dan rumah tetap dituntut rapi oleh hati yang ingin hidu tenang.

Begitu keluar dari kamar tidur, aku berdiri sebentar.

Bingung menentukan arah.

Mana yang harus dibereskan lebih dulu: rumah yang berantakan, atau pikiranku yang sudah lebih dulu kusut? Rasanya seperti berada di persimpangan kecil di dalam kepala sendiri. Setelah menimbang sebentar, aku memutuskan meliburkan anakku dari sekolah hari ini—bukan karena menyerah, tapi karena aku tahu, aku perlu ruang bernapas sedikit lebih panjang.

Si kakak sudah bangun sejak tadi. Tak lama kemudian, adiknya menyusul, terbangun dengan tangisan yang keras. Dan di saat itulah, mungkin aku terlihat aneh di mata orang lain. Ketika tangisan itu memenuhi rumah, aku justru mengambil piring dan makan. Jika kau melihatnya, mungkin kau akan menyebutku tega, tidak berperasaan, atau apa pun itu.

Namun percayalah, tindakanku terukur. Aku tidak sedang mengabaikan, aku sedang menguatkan diri. Aku perlu memastikan tubuhku punya tenaga, dan pikiranku tidak runtuh sepenuhnya. Kadang, aku bahkan merapikan perasaan dengan menatap layar ponsel sebentar—seperti menarik napas kecil sebelum menyelam lebih dalam. Aku tahu, dua atau tiga menit tangisan itu tidak akan membahayakannya. Dan aku tahu, saat aku menggendongnya nanti, aku akan datang dengan perasaan yang lebih utuh.

Dalam diam, aku membayangkan diriku yang lama. Versi diriku yang ketika sakit, hanya membutuhkan satu hal sederhana: beristirahat seharian, sementara rutinitas anak-anak tetap berjalan tanpa harus kupikul sendiri. Barangkali itu bukan permintaan yang besar, hanya harapan kecil yang disimpan diam-diam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks MC Bahasa Inggris di Acara Kuliah Pakar (Stadium General)

Rabu kemarin aku diminta jadi MC di acara kuliah pakar dengan dua pembicara. Satu satunya pembicara dari Turki dan satunya lagi adalah dosen UNS sekaligus mahasiswa post-doc di Dortmund, Jerman. Acaranya alhamdulillah lancar meski didn't run smoothly. So, di sini aku akan share teks MC berbahasa inggris. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan.  Ladies and gentleman, may I have your attention please. Please have a seat because opening ceremony is about to begin. Assalamualaikum wr wb. Good Morning ladies and Gentleman, welcome to  2 nd Floor room, Graduate School, Universitas Sebelas Maret. We would like to express our sincere gratitude to 1.   Excellency The Head of Chemistry Graduate Program / Dr. rer. nat. Fajar Rakhman Wibowo, M.Si 2.   Honourable the speaker from Department of Chemical Engineering, Izmir Institute of Technology/ Prof. Selatahattin Yilmaz, welcome to Indonesia. 3. Honourable the speake...

Tahapan Rekrutmen Medical Delegate Trainee (MDT) PT Nestle Indonesia Oktober-November 2015

Karena banyak yang request, akhirya aku bikin edisi yang more detail.  Posisi MDT PT. Nestle Indonesia bisa didapatkan melalui rekrutmen kampus, jobfair, dan event pencarian kerja lainnya. Rekrutmen kampus mungkin salah satu yang berpeluang besar untuk kita, terutama fresh graduate. UNS Surakarta. Posisi yang ditawarkan adalah Medical Delegate Trainee (MDT). Saat aku mendaftar dulu, secara umum tahap seleksinya ada 7 : short interview, focus group discussion, in depth interview, join visit, final interview, medical check up, dan salary offering. Kalau dari rekrutmen kampus, biasanya kita diminta mengisi form online mengenai biodata kita. Kemudian, pada hari yang sudah ditentukan, kita diminta datang ke tempat seleksi. Pastikan pakai baju yang rapi dan bersepatu. Nestle akan  mengawali rekrutmen dengan memberikan presentasi mengenai introduction about perusahaan. Nestle bergerak di bidang nutrition, health, and wellness. Tagline nya adalah good food, good life. Selanjut...

Jadi MC di Acaranya Profesor Spanyol

Aku sering jadi MC atau moderator. Baik acara non-formal atau pun acara formal. Tapi kali ini beda. Aku diminta jadi MC Stadium General tingkat Fakultas yang pembicaranya adalah Profesor dari Spanyol, Prof. Santiago Gomez-Ruiz. P artner MC ku kali ini adalah kakak tingkat dan pernah jadi finalis Putri Solo. Aku dan kakak tingkatku harus menggunakan bahasa Inggris dalam acara ini. Ya iyalah, soalnya kan pembicaranya ga bisa bahasa Indonesia. Wow. Lengkap sekali momen penting ini ya. Sebelumya aku juga pernah jadi MC berbahasa inggris, tapi selama kuliah baru kali ini. I swear, it's really a big deal for me. Spesial banget. Nah, aku dan kakak tingkatku bikin kata-katanya secara umum. Bagi teman-teman yang membutuhkan text MC dalam bahasa Inggris mungkin bisa mengambil contoh di bawah ini :) Salaam (optional) Good Morning Ladies and Gentlemen Welcome to.... Honorable speaker Honorable the dean of faculty of mathematics and natural sciences Honorable all lecturer...