Malam ini aku sesenggukan melihat kedua anakku bermain. Tangis haru tak bisa terbendung lagi. Melihat mereka tertawa hidup rasanya sempurna.
Semoga ini jadi pengingat bagiku.
Hidup memang penuh suka duka. Ada banyak target dan keinginan di depan mata. Serasa suliiit sekali menggapainya. Tapi jika melihat satu persatu yang ‘ku punya sekarang ini, sungguh semuanya luar biasa 🥹
Badanku sehat dan bisa berdiri kokoh hingga hari ini.
Ada dua anak cerdas menghiasi hari-hariku. Pagi hingga sore merupakan hari yang penuh tenaga, sering aku pusing dibuatnya. Tapi, malam yang sepi, ruang kosong tanpa celotehan mereka, ternyata terasa hampa.
Ada lagi milikku yang berharga. Darinya, aku belajar semangat perjuangan yang diselimuti canda tawa. Di tengah hiruk pikuk hidup yang penuh kompetisi, semua berlomba menampakkan prestasi, ada dia yang selalu tampil haha hihi. Membuatku lebih nyaman dan santai menjalani hari-hari. Terima kasih suami.
Kini aku juga tinggal di tempat yang nyaman dan dikelilingi orang-orang baik. Ada kafe yang dekat, ada toko-toko yang lengkap. Mudah dijangkau dari tempat kerjaku.
Aku juga bekerja sesuai harapan. Senior-seniorku pengertian dan kekeluargaan. Pekerjaanku dinamis, fleksibel dan menyenangkan.
Ada banyak lagi kebaikan, kebahagiaan, keberuntungan yang Allah berikan pada diriku yang tak bisa aku hitung dengan jari-jari tangan.
Jadi, kacamata mana kah yang akan aku pilih? Kacamata syukur ataukah kacamata kuda? 😁
Bagiku, bersyukur bukanlah tidak mengakui hari-hari yang sulit. Rasa sedih, lelah dan kecewa memang ada dan itu valid. Tapi mungkin, yang bisa aku lakukan adalah tetap berjalan di tengah cobaan, meskipun dengan langkah perlahan. Terkadang aku bisa mengeluh seharian, namun dengan mengingat semua ini semoga aku bisa terus bertahan — karena dibandingkan duka yang datang sesekali, ada jutaan hal yang patut disyukuri.
Komentar