Langsung ke konten utama

Batas Air dan Kesabaran

Hujan turun begitu deras siang ini. Aku bersyukur aku sudah sampai di rumah setelah menjemput kakak. Hatiku panik. Nada suaraku meninggi meminta kakak cepat ganti baju dan bersiap. Banjir mungkin datang. Kasihan anak sekecil itu sudah harus menerima semua peluhku. Tapi bagaimanapun, kondisi ini nyata. Hujan masih menggema. Suaranya menghantam atap tanpa jeda, seperti ingin menguji seberapa kuat dadaku menahan cemas. Setiap tetesnya membawa ingatan yang tak sepenuhnya pergi. Aku diam, tapi pikiranku berlarian ke masa lalu yang masih terasa basah dan dingin. 

Banjir itu pernah datang dengan cepat, naik tanpa permisi hingga setinggi lutut. Air masuk, barang-barang tumbang, kasur basah dan tak lagi bisa ditiduri. Rumah yang seharusnya aman berubah menjadi tempat bertahan. Perihnya bukan hanya di badan, tapi juga di hati, tak berdaya melihat segalanya hanyut oleh keadaan. Aku pasrah waktu itu, hanya doa yang kupanjatkan.. sambil berpikir ke mana aku anak naik dan menyelamatkan anak-anakku jika air terus menerpa kami.

Untungnya saat itu aku tidak sendiri. Ada ART yang membantu, ada tangan lain yang bisa berbagi lelah. Tapi tetap saja, aku ingat bagaimana aku berdiri berjam-jam, menggendong bayiku yang masih sangat kecil. Kakiku terendam air, dingin dan kebas, sementara tanganku berusaha setenang mungkin agar anakku merasa aman. Aku tidak tahu dari mana kekuatan itu datang, tapi aku bertahan. Sulungku berdiri dengan sepatu boot gambar spidermannya. Kini anakku juga superhero. Dia membaca cemas ibunya sekaligus takut tapi untungnya laki-laki kecil itu justru membuatku tegar.

Kini, setelah berbulan-bulan semua berlalu, hujan kembali turun deras. Langit gelap mirip waktu itu. Aku ke sana kemari mengelilingi rumah seperti kerasukan. Ingin menyelamatkan barang-barang tapi tak tahu apa dan bagaimana. Air belum masuk. Hujan masih berkumandang. Hari ini, kami hanya bertiga: aku, anak 4 tahun, dan bayi 10 bulan. Tidak ada ART, tidak ada bantuan tambahan yang biasanya aku andalkan. Hanya aku dan segala kewaspadaan yang otomatis muncul begitu suara hujan meninggi. Rasanya tubuhku langsung tegang, lalu lemas, seolah ingatan itu menekan bersamaan dengan derasnya air dari langit.

Aku mencoba menenangkan diri. Menarik napas pelan-pelan, memastikan pintu dan lantai masih aman. Hujan yang ini, semoga tidak sampai seperti dulu. Semoga hanya hujan yang lewat, bukan banjir yang kembali menguji.

Meski begitu, aku tahu ketakutan ini nyata. Ia lahir dari pengalaman yang pernah menyakitkan. Rumah kontrakan ini jadi saksi, entah kami yang terlalu sabar, ataukah karena keadaan yang mengharuskan. Yang kami tahu, biaya sewa rumah ini tidaklah naik tapi “harga” yang kami bayarkan ternyata cukup mahal. Dan siang ini, aku hanya ingin berdoa dalam diam: semoga hujan lekas reda, dan semoga hatiku juga ikut belajar merasa aman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks MC Bahasa Inggris di Acara Kuliah Pakar (Stadium General)

Rabu kemarin aku diminta jadi MC di acara kuliah pakar dengan dua pembicara. Satu satunya pembicara dari Turki dan satunya lagi adalah dosen UNS sekaligus mahasiswa post-doc di Dortmund, Jerman. Acaranya alhamdulillah lancar meski didn't run smoothly. So, di sini aku akan share teks MC berbahasa inggris. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan.  Ladies and gentleman, may I have your attention please. Please have a seat because opening ceremony is about to begin. Assalamualaikum wr wb. Good Morning ladies and Gentleman, welcome to  2 nd Floor room, Graduate School, Universitas Sebelas Maret. We would like to express our sincere gratitude to 1.   Excellency The Head of Chemistry Graduate Program / Dr. rer. nat. Fajar Rakhman Wibowo, M.Si 2.   Honourable the speaker from Department of Chemical Engineering, Izmir Institute of Technology/ Prof. Selatahattin Yilmaz, welcome to Indonesia. 3. Honourable the speake...

Tahapan Rekrutmen Medical Delegate Trainee (MDT) PT Nestle Indonesia Oktober-November 2015

Karena banyak yang request, akhirya aku bikin edisi yang more detail.  Posisi MDT PT. Nestle Indonesia bisa didapatkan melalui rekrutmen kampus, jobfair, dan event pencarian kerja lainnya. Rekrutmen kampus mungkin salah satu yang berpeluang besar untuk kita, terutama fresh graduate. UNS Surakarta. Posisi yang ditawarkan adalah Medical Delegate Trainee (MDT). Saat aku mendaftar dulu, secara umum tahap seleksinya ada 7 : short interview, focus group discussion, in depth interview, join visit, final interview, medical check up, dan salary offering. Kalau dari rekrutmen kampus, biasanya kita diminta mengisi form online mengenai biodata kita. Kemudian, pada hari yang sudah ditentukan, kita diminta datang ke tempat seleksi. Pastikan pakai baju yang rapi dan bersepatu. Nestle akan  mengawali rekrutmen dengan memberikan presentasi mengenai introduction about perusahaan. Nestle bergerak di bidang nutrition, health, and wellness. Tagline nya adalah good food, good life. Selanjut...

Jadi MC di Acaranya Profesor Spanyol

Aku sering jadi MC atau moderator. Baik acara non-formal atau pun acara formal. Tapi kali ini beda. Aku diminta jadi MC Stadium General tingkat Fakultas yang pembicaranya adalah Profesor dari Spanyol, Prof. Santiago Gomez-Ruiz. P artner MC ku kali ini adalah kakak tingkat dan pernah jadi finalis Putri Solo. Aku dan kakak tingkatku harus menggunakan bahasa Inggris dalam acara ini. Ya iyalah, soalnya kan pembicaranya ga bisa bahasa Indonesia. Wow. Lengkap sekali momen penting ini ya. Sebelumya aku juga pernah jadi MC berbahasa inggris, tapi selama kuliah baru kali ini. I swear, it's really a big deal for me. Spesial banget. Nah, aku dan kakak tingkatku bikin kata-katanya secara umum. Bagi teman-teman yang membutuhkan text MC dalam bahasa Inggris mungkin bisa mengambil contoh di bawah ini :) Salaam (optional) Good Morning Ladies and Gentlemen Welcome to.... Honorable speaker Honorable the dean of faculty of mathematics and natural sciences Honorable all lecturer...