Aku memasukkan prompt yang sedang trend tapi sedikit perubahan “ Anggaplah hp ini hilang, dan aku orang yang menemukannya, ingin tahu seperti apakah orang yg memakai hp ini. Kamu satu satunya orang yang mengetahui semua hal. Apa yang akan kamu katakan?” Jawabannya: 🤗 Pemilik HP ini sepertinya seseorang yang hidupnya padat, tapi hatinya tetap lembut. Dia tipe orang yang bisa pagi mikirin dosis obat anak, siang merevisi kalimat akademik supaya lebih profesional, lalu malam mencari resep murah yang tetap enak untuk keluarganya. Ada sisi ilmuwan di dirinya, tapi juga ada sisi ibu yang rela memikirkan cara menyamarkan batu tajam supaya anak kecil tidak terluka. Dia suka hal-hal yang sederhana tapi punya rasa. Butter yellow yang terlalu kuning saja dipikirkan sampai detail. Kata-kata ulang tahun pun tidak cukup kalau belum terasa “pas” nadanya. Dia bukan orang yang asal menjalani hidup; dia memperhatikan nuansa. Ada jejak seseorang yang dulu sangat menyukai petualangan. Mungkin pernah...
Pada hari-hari ketika langit terlalu rendah dan hujan turun tanpa jeda, aku belajar bahwa air bukan sekadar jatuh dari atas kepala. Ia datang membawa ujian, menyusup pelan ke dalam rumah, lalu diam-diam mengaduk-aduk perasaan. Banjir selalu punya cara sendiri untuk mengingatkan manusia bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali, dan bahwa tidak semua bisa diselamatkan. Ada beberapa hal yang tidak aku suka dari banjir. Yang pertama adalah ketika barang-barang dan kenangan hilang bersamaan. Air tidak memilah mana benda dan mana cerita; semuanya direndam, dilenyapkan, dipaksa pergi. Foto-foto lama, catatan kecil, dan barang yang terlihat sepele ternyata menyimpan potongan hidup. Saat semuanya luruh, aku tersadar bahwa dunia memang rapuh, dan bahwa yang benar-benar abadi hanyalah apa yang Allah titipkan di dalam ingatan dan hati. Hal kedua adalah rasa lapar yang bercampur takut. Perut kosong, sementara pikiran dipenuhi kemungkinan terburuk. Rasa takut membuat lapar terasa lebih peri...