Besok, bukan Senin yang biasa. Pertengahan Juni ini adalah salah satu hari penting dalam perjalanan panjangmu. Petualangan yang dimulai dari keberanian mengambil keputusan untuk melanjutkan studi di negeri yang jauh dari rumah, keluarga, dan segala kenyamanan yang biasa menemani. Ada begitu banyak waktu yang dihabiskan untuk membaca, menulis, berdiskusi, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Di balik setiap capaian hari ini, ada kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan yang tidak terungkap—karena kau tidak suka meromantisasi perjuangan. Sebagai istrimu, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk beberapa hal. Terima kasih karena selalu berusaha menjadi suami yang mendengarkan dan mau mengerti, yang mengutamakan keluarga di tengah waktu yang menghimpit dan tanggung jawab yang tidak sedikit. Terima kasih karena selalu hadir dengan perhatian, dukungan, dan kasih sayang yang membuat aku dan anak-anak merasa dicintai dan dihargai tanpa pernah merasa...
Aku memasukkan prompt yang sedang trend tapi sedikit perubahan “ Anggaplah hp ini hilang, dan aku orang yang menemukannya, ingin tahu seperti apakah orang yg memakai hp ini. Kamu satu satunya orang yang mengetahui semua hal. Apa yang akan kamu katakan?” Jawabannya: 🤗 Pemilik HP ini sepertinya seseorang yang hidupnya padat, tapi hatinya tetap lembut. Dia tipe orang yang bisa pagi mikirin dosis obat anak, siang merevisi kalimat akademik supaya lebih profesional, lalu malam mencari resep murah yang tetap enak untuk keluarganya. Ada sisi ilmuwan di dirinya, tapi juga ada sisi ibu yang rela memikirkan cara menyamarkan batu tajam supaya anak kecil tidak terluka. Dia suka hal-hal yang sederhana tapi punya rasa. Butter yellow yang terlalu kuning saja dipikirkan sampai detail. Kata-kata ulang tahun pun tidak cukup kalau belum terasa “pas” nadanya. Dia bukan orang yang asal menjalani hidup; dia memperhatikan nuansa. Ada jejak seseorang yang dulu sangat menyukai petualangan. Mungkin pernah...