Membaca adalah kegiatan yang mengasyikkan untukku. Dari kecil aku selalu gemar membaca, sejak mulai diperkenalkan buku oleh ibuku. Oh iya, waktu TK aku sudah bisa baca tulis jadi aku cepet suka sama buku. Waktu SD buku-buku yang sudah aku baca bermacam-macam mulai dari majalah, komik, biografi dan sinopsis film anak-anak. "Einstein Aja Gak Tau!" adalah buku berat yang pertama kali aku punya waktu kelas empat SD, yang mungkin merupakan petunjuk awal aku mulai cinta pada sains. Saat liburan semester mbah uti paling suka ngajak aku ke Gramedia di Bandarlampung (di Metro nggak ada Gramedia haha). Bahkan dulu saat aku pernah mau ikut kemah, waktu kelas 5 SD, mbah uti nggak ngebolehin terus mbah uti bilang "nggak usah ikut kemah, banyak nyamuk, kalo nggak ikut nanti mbah ajak ke Gramedia". Sebagai anak SD yang teguh pendirian aku diam saja mendengar tawaran menggiurkan dari mbah. Endingnya aku nggak ikut kemah haha. Waktu SD aku suka banget baca majalah bobo dan donal bebek trus suka juga poket paman gober. Kadang-kadang aku beli kumpulan cerpen Bobo dan saling meminjam sama temanku, namanya Albiana. Seru banget. Aku suka banget baca cerpen dan dongeng Bobo. Aku sampe pernah nulis cerpen dongeng yang judulnya "Putri Bunga Ketujuh". Ceritanya aneh banget dan freak haha. Terus bacaanku melebar ke Bona Kreatif dan komik-komik kayak Doraemon dan Ninja Hatori. Kalau buku pelajaran gimana? Aku juga suka baca buku pelajaran lho dan aku suka baca bukunya kelas di atasku :)
Trus waktu SMP bibiku ngasih aku novel-novel teenlit. Novel-novel itu ceritanya percintaan, masalah-masalah anak ABG tapi aku nggak begitu suka. Jadi pas SMP aku tetep baca komik. Trus omku daftarin aku ke persewaan komik, dulu biaya daftarnya 20.000 dan aku dibayarin. Biaya sewa komiknya Rp500/komik kalau baca di tempat dan Rp1500/komik kalau dibawa pulang. Aku mulai baca detective conan, doraemon juga tetep baca, trus ufo baby 1 dan 2, harajuku bambina, penguin brother dan masih banyak lagi deh. Aku juga mulai suka baca buku-buku sains kayak "Pesta Sains ala Einstein" trus "Percobaan Sains Sehari-hari". Bapakku juga tau kalau aku suka jadi kadang bapakku beliin aku buku-buku sains. Di SMP aku ikut KIR dan itu jadi cocok banget. Aku jadi makin explore tentang sains dan pernah bikin karya tulis tentang Hutan Bakau, Budidaya Vanili juga Membuat Sapu Tangan Indikator pH. Waktu SMP aku juga ikut olim matematika, lomba pidato bahasa inggris dan story telling jadi bacaanku nambah lagi ke buku Olimpiade MTK, buku pidato dan dongeng berbahasa inggris, tapi aku masih tetep baca komik dan majalah lho :D Pas SMP ini aku jarang baca buku pelajaran walaupun masih tetep rajin belajar kalau ada ulangan.
Waktu SMA aku tinggal di asrama, asyik banget karena bisa tuker-tukeran buku untuk dibaca. Aku mulai suka baca novel-novel dan buku motivasi. Di perpus sekolah aku suka banget baca buku dan majalah sastra juga novel-novel jaman dulu terbitan Balai Pustaka. Aku jadi suka nulis puisi. Terus demi tuntutan masyarakat, aku juga rajin baca pepak basa jawa biar makin kece ngomong jawanya dan alhamdulillah bas ngokoku cukup lancar, berkat bantuan dari teman-teman juga. Kalau liburan aku sering main ke rumah budeku di Semarang. Bude punya perpus mini dan aku bisa baca buku sepuasnya. Aku suka baca novel Tere Liye, Andrea Hirata dan Habiburrahman El Shirazy, aku juga suka baca novel-novel terjemahan dari Turki, Mesir, Prancis, dan lainnya. Koleksi bude cukup lengkap jadi aku nggak perlu beli buku, cukup ke Semarang pas liburan. Jenis bacaanku jadi terus melebar, dan karena sekolah di MA aku juga baca buku tentang fiqih, aqidah, quran hadits, dan sejarah kebudayaan Islam. Waktu kelas satu aku mulai ikut olim kimia jadi aku punya beberapa referensi buku kimia yang asyik dan mudah dimengerti.
Waktu kuliah nggak jauh berbeda, aku ambil jurusan kimia dan mengharuskan aku baca tentang kimia. Aku paling suka kimia lingkungan, kimia anorganik, energi baru terbarukan, bioanorganik dan nanoteknologi. Di kuliahan, waktu luangnya pun tidak banyak. Aku membaca buku selingannya tidak sesering dulu, tapi kalau lagi sempat aku masih suka baca novel dan komik. Selebihnya aku cuma baca materi kuliah dan research paper. Demi naiknya toefl, aku belajar bahasa inggris dengan baca novel-novel berbahasa Inggris.
Sekarang aku sudah lulus kuliah. Baru-baru ini aku selalu ingin membaca sesuatu. Sesuatu yang sulit. Lebih sulit daripada semua buku yang pernah aku baca yang kemudian dibaca ulang pada satu waktu. Aku ingin membaca manusia. Perasaan manusia tepatnya. Membaca manusia bukan perkara mudah. Aku tak pernah tahu bahwa satu kata maknanya bisa seribu atau sejuta. Aku punya teman yang sulit sekali dibaca ekspresi dan isi hatinya. Aku tak tahu apa dia marah atau dia agak marah, senang atau dia biasa saja. Dia jarang menggambarkan ekspresi di wajahnya. Aku sering mengira dia marah tapi dia bilang dia tidak marah. Akan lebih sulit lagi jika tidak bersua dan hanya berjumpa lewat tulisan. Ah, sulitnya. Kalimat yang sulit di buku maknanya tetap satu jika kubaca berulang-ulang tapi satu kata dari dia maknanya banyak sekali. Aku harus menelaah dan berpikir seribu kali. Alamak, susah sekali tapi entahlah sepertinya aku suka dipersulit. Aku wanita yang berpikir. Wanita cenderung berpikir dengan hati, membuat wanita jadi berpikir dalam dan lebih lama. Dia pernah mengingatkan, aku jangan mikir yang sulit-sulit nanti bisa sakit. Kalau dia tak mau aku berpikir yang sulit-sulit seharusnya dia bilang saja semuanya. Beres :)
Komentar