Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Batas Air dan Kesabaran (bagian 3)

Pada hari-hari ketika langit terlalu rendah dan hujan turun tanpa jeda, aku belajar bahwa air bukan sekadar jatuh dari atas kepala. Ia datang membawa ujian, menyusup pelan ke dalam rumah, lalu diam-diam mengaduk-aduk perasaan. Banjir selalu punya cara sendiri untuk mengingatkan manusia bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali, dan bahwa tidak semua bisa diselamatkan. Ada beberapa hal yang tidak aku suka dari banjir. Yang pertama adalah ketika barang-barang dan kenangan hilang bersamaan. Air tidak memilah mana benda dan mana cerita; semuanya direndam, dilenyapkan, dipaksa pergi. Foto-foto lama, catatan kecil, dan barang yang terlihat sepele ternyata menyimpan potongan hidup. Saat semuanya luruh, aku tersadar bahwa dunia memang rapuh, dan bahwa yang benar-benar abadi hanyalah apa yang Allah titipkan di dalam ingatan dan hati. Hal kedua adalah rasa lapar yang bercampur takut. Perut kosong, sementara pikiran dipenuhi kemungkinan terburuk. Rasa takut membuat lapar terasa lebih peri...